بسم الله الرحمن الرحيم

Memilih PEMIMPIN

Pilih pemimpin lihatlah dari : agamanya, budi pekertinya dan apakah ada niatan terselubung setelah jadi pemimpin (ini yang terpenting..!), ya mbok care sedikitlah dalam memilih, lihat tuntunan Al-Qur'an & Hadist... hati-hati mas/mbak/kang/neng dalam memilih pemimpin karena akan berakibat langsung/tidak langsung pada kehidupan kita didunia maupun di akhirat kelak... Jangan tergoda kenikmatan duniawi yang disodorkan / ditawarkan (iming-iming agar dapat jadi pemimpin) oleh calon pemimpin, Setelah menjadi pemimpin, maka niatan terselubung akan dijalankan , sehingga akan merugikan kita dan anak cucu kelak diakhirat... Keputusan anda dalam memilih pemimpin yang sesuai dengan Islam adalah merupakan jihad karena membela agama Islam.

Alloh menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Alloh). (QS 2:269)

Manusia diberikan kebebasan selama menjalani hidup didunia dimana kebebasan tersebut akan dimintai pertanggung jawaban nanti di akhirat
Cukuplah Dengan Kematian Itu Suatu Pelajaran (Al Hadist)

Ilmu merupakan perbendaharaan, kuncinya adalah bertanya, karena itu bertanyalah kalian, semoga Alloh melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian. Sehubungan dengan masalah ini ada empat orang yang diberi pahala, yaitu : orang yang bertanya, orang yang mengajarkan ilmu, orang yang mendengarkan ilmu dan orang yang mencintai ketiganya (HR Abu Na’im melalui Ali K.V)

Tampilkan postingan dengan label 01. Buku Sukses dalam kematian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 01. Buku Sukses dalam kematian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Desember 2008

Bab I

BAB I

Pemahaman Tentang Hidup di Dunia

Sebelum memahami arti dari Sukses Dalam Kematian, sebaiknya ada dari dalam hati sebuah perenungan yang kemudian akan menjadi sebuah pertanyaan. Secara sadar atau tidak sebagian orang pasti bertanya kenapa kita diciptakan dan kemudian kenapa kita kemudian mati 1). Kebanyakan pertanyaan ini timbul dari orang yang mengalami kesusahan / kesulitan dalam menjalani kehidupan. Karena banyak orang ketika mengalami kesulitan / kesusahan baik dalam hal keuangan, cinta, rumah tangga, karir, cacat tubuh bahkan untuk makan sehari-hari, berpikir buat apa saya hidup kalau susah begini? Buat apa aku diciptakan kalau hanya untuk menjalani kehidupan yang serba sulit? 2) Lebih baik aku mati saja biar kesulitan / kesusahan tersebut hilang.

Sebenarnya seseorang bila telah sampai kepada pertanyaan itu maka orang tersebut telah melangkah diawal untuk menggapai kesuksesan dalam menyongsong kematian. Sekarang tinggal bagaimana untuk mengarahkan dan membimbingnya agar pertanyaan tersebut tidak mengarah kepada hal-hal negatif yang pada gilirannya akan membuat orang tersebut malah akan mendapatkan kegagalan / kehancuran dalam kematian yang berarti gagal / hancur pula dalam menjalani kehidupan yang singkat ini 3).

Untuk langkah awal, kita semua paham benar, bahwa bila seseorang yang telah mati tidak akan dapat hidup kembali kedunia, sejarah dan fakta membuktikan itu. Siapapun… baik itu presiden, ahli ibadah, dokter, orang pintar yang bergelar professor, orang baik ataupun orang yang zalim / jahat. Dengan demikian akan terlihat bahwa hidup manusia hanya sekali saja dan mengalami kematian hanya sekali saja Renungkanlah hal ini dan tentunya semua orang yang hidup didunia paham dan sepakat akan hal ini. Oleh karena itu maka kita tahu dan yakin pula bahwa hidup adalah sangat sangat singkat, yang rata-rata orang berumur kurang lebih 70 tahun didunia ini. Kenapa singkat ? Coba bandingkan umur kita dengan umur dunia sejak ada manusia dibumi ini, kemudian bandingkan dengan masa yang akan datang, sangat singkat bukan? Kenapa umur dunia yang sudah jutaan tahun, saat ini hanya didiami dan dijalani oleh orang yang rata-rata berumur 70 tahun, bukan oleh orang yang umurnya bisa puluhan atau ratusan ribu tahun? Renungkan dan pikirkanlah betapa singkat umur kita didunia ini. 4)

Karena kita telah tahu bahwa hidup manusia hanya sekali dan sangat singkat, maka akan timbul sebuah pertanyaan lagi, yaitu kenapa hidup kita sangat pendek / singkat? Apa tujuannya dan kegunaannya dalam menjalani hidup ini?

Inilah langkah kedua dalam menuju kematian yang sukses. Dalam menjawab pertanyaan ini dibutuhkan ilmu-ilmu dan literatur serta sumber-sumber yang layak dan sesuai. Sumber dari segala sumber atas jawaban tersebut ada di ilmu Agama yang menerangkan bahwa setelah manusia menjalani kehidupan di alam dunia ini, maka seluruh manusia akan menjalani kehidupan yang abadi di alam akhirat 5). Kenapa dikatakan abadi? Karena tidak ada satupun manusia yang dapat pergi atau meninggalkan alam akhirat. Dengan kata lain, tidak ada manusia yang dapat hidup kembali setelah mengalami kematian dari semenjak zaman dahulu kala. Lihat, betapa singkatnya bukan hidup manusia didunia yang hanya puluhan tahun dibandingkan dengan diakhirat yang selamanya.

Dengan memahami bahwa kehidupan didunia sangat-sangat singkat, maka bagi seorang manusia yang dikaruniakan dan diberi akal, tentunya tidak akan menyia-nyiakan waktu dalam menjalani kehidupannya. Tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak berguna. Inilah kunci dan pemahaman yang paling pokok tentang hidup didunia.

Hidup sangat singkat sebenarnya adalah merupakan karunia dan kemurahan dari Tuhan. Hal ini dimaksudkan agar manusia dalam menjalani kehidupan yang penuh godaan dari hawa nafsu (diri sendiri) maupun dari setan/jin tidak terlalu lama menjalani hidup didunia yang dapat mengakibatkan manusia dapat terjerumus. Tuhan Yang Maha Pemurah menunjukkan bahwa hanya dengan bekerja kepada Tuhan sebentar saja akan mendapatkan hasil selama-lamanya. Hal ini bertentangan dengan sifat makhluk Tuhan, dimana bila seseorang ingin mendapatkan gaji / bayaran besar harus ekstra kerja keras. Seorang pegawai kerja sebulan akan digaji sebulan, tidak mungkin bekerja sebulan akan digaji 1 atau 10 tahun. Seorang tukang akan digaji sehari bila bekerja sehari dan seterusnya. Tapi Tuhan Yang Maha Pemurah sangat sangat jauh sifat-Nya dari para makhluk-Nya. Tuhan hanya menetapkan kepada manusia untuk bekerja rata-rata 50-70 tahun dengan cara beribadah dengan baik dan menjauhi serta menjalankan perintahnya dan akan digaji / dibayar dengan bayaran surga selamanya, bukan surga 50-70 tahun atau 1 milyard atau 1 trilyun tahun. Luar biasa khan…!!!

Tapi ternyata kebanyakan manusia hanya terpaku kepada kehidupan dunianya, terpaku kepada gaji / bayaran manusia yang hanya sedikit. Mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja dengan sistem dunia, mereka tidak mau menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja kepada Tuhan yang memberikan imbalan yang tidak ternilai. 24 jam sehari yang diberikan oleh Tuhan, hampir 95 % nya digunakan untuk mencari kesenangan dan kenikmatan dunia dengan segala cara, baik itu halal maupun haram serta menurut pandangannya sendiri. Tidak pernah beribadah kepada Tuhan kecuali hanya sedikit saja. Sebagai perenungan, coba hitung waktu anda selama 24 jam digunakan untuk apa saja?

“Kalau begitu, kenapa manusia harus menjalani kehidupan di alam dunia dahulu baru kemudian ke alam akhirat? Kenapa tidak langsung saja ke akhirat yang abadi?”. inilah pertanyaan berikut yang terlontar dari seseorang bila telah memahami benar pembahasan yang singkat diatas. Inilah sebuah pertanyaan yang merupakan kunci agar manusia dapat menggapai Kesuksesan Dalam Kematian. Secara logika setelah melakukan perenungan-perenungan diatas (hidup hanya sekali dan singkat), alam dunia sebenarnya adalah sebuah jalan menuju alam akhirat. Sebuah jalan yang harus dilalui manusia untuk mencapai suatu tempat yang dinamakan akhirat. 6) Dimana akhirat tersebut adalah tujuan bagi manusia yang telah melalui alam dunia atau merupakan persinggahan terakhir setelah melalui suatu jalan yang dinamakan kehidupan di dunia.

Jalan tersebut dapat dibayangkan seperti halnya seseorang berangkat dari rumah ke tempat bekerja, ke sekolah atau kemanapun; dimana bila seseorang ingin ketempat tujuan tersebut maka orang tersebut pasti dan harus melalui suatu jalan. Begitupun manusia, harus melalui jalan *) yaitu alam dunia ini yang tujuannya adalah akhirat dengan melalui sebuah pintu yaitu kematian yang semua manusia mau tidak mau pasti dan pasti mengalami kematian serta tidak akan dapat menolaknya, karena tempat tinggal manusia yang abadi / kekal ada diakhirat. Dan jalan yang harus dilalui adalah alam dunia ini. Tentunya agar kita selamat mencapai tujuan, harus melalui suatu jalan yang baik dan benar. Sama seperti halnya dalam kehidupan didunia, bila kita ingin mencapai tempat bekerja atau sekolah atau ketempat berlibur, kita sudah pasti memilih jalan yang akan ditempuh misalnya ; naik apa dan melalui jalan mana dan lain sebagainya. Sehingga mencapai tujuan tepat waktu, sesuai keinginan kita serta menghasilkan kenimatan dan kenyamanan setelah sampai ketempat tujuan.

Didalam menempuh perjalanan didunia, akan ditemui berbagai macam hal, baik itu rejeki / karunia, ujian / cobaan, peringatan dan adzab / hukuman.**) Dengan menempuh perjalanan inilah, seorang manusia akan ditentukan nasibnya setelah melalui pintu kematian dalam rangka menuju kehidupan akhirat, apakah akan ditempatkan di surga atau di neraka, dimana surga dan neraka pun masih terbagi dalam beberapa tingkatan sesuai amal perbuatan manusia selama menempuh perjalanan didunia 7). Itulah tujuan kenapa manusia harus melalui dunia dahulu setelah diciptakan oleh Tuhan untuk mencapai kehidupan akhirat yang kekal.

Mudah-mudahan, sampai disini kita sepakat semua atas pembahasan tersebut diatas, sehingga kita dapat melanjutkan ke bab-bab selanjutnya.

*) Pembahasan mengenai jalan ada di Bab IV

**) Pembahasan lebih lanjut ada di Bab VII

Hidup sangat singkat dapat dipahami dengan merasakan betapa cepatnya waktu berlalu hingga masa kecil terlewatkan bagai tak terasa.

Bab II

BAB II

Pemahaman Tentang Penciptaan Dunia dan

Alam Semesta

Bagi orang yang beragama, tentunya mudah dan cepat dalam melakukan perenungan dan pemahaman pada Bab I dibandingkan dengan yang belum beragama. tetapi tidak menutup mata, orang beragama pun walau tahu tapi belum memahami betul “Siapa yang Menciptakan Dunia ini?” 8), ini terlihat dari sifat dan perilaku mereka selama menjalani kehidupan di dunia yang singkat ini dengan cara yang tidak baik dan benar. Sifat mereka sangat zalim dan jahat dan selalu merugikan pihak lain serta tidak berniat untuk saling membantu sesama, 9) bahkan mereka rakus karena ingin menguasai / mengambil kepunyaan orang lain walau kehidupan mereka telah tercukupi, terpenuhi, makmur dan kaya.

Mari kita bayangkan dan renungkan hal-hal berikut dan sudah pasti dapat diterangkan secara akal dan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia. Didalam menjalani kehidupan sehari-hari kita tahu dan yakin, bahwa sesuatu hal atau sesuatu barang itu pasti ada bila ada yang membuatnya, sesuatu berjalan bila ada yang menjalankan. Tidak mungkin mobil, rumah, bangku, meja dlsbnya akan ada bila tidak ada pabrik / orang yang membuatnya. Orang awam akan mengatakan tidak waras bila tiba-tiba barang tersebut ada tanpa dibuat. Orang-orang pintar yang bergelar sarjana dan Profesor tentunya akan tertawa terbahak-bahak mendengarnya bila ada orang yang mengatakan barang itu akan ada tanpa dibuat.

Demikian pula bila mobil, motor, sepeda berjalan sendiri tanpa ada yang menjalankan, tidak mungkin barang-barang tersebut dapat berjalan sendiri tanpa digerakkan oleh manusia/ makhluk hidup.

Semua hal tersebut adalah contoh kecil dari kehidupan sehari-hari yang kita telah ketahui dan telah disepakati bersama oleh seluruh umat manusia didunia ini. Apalagi oleh manusia-manusia yang berakal dan telah mengenyam pendidikan sekolah yang notabene bergelar sarjana sampai doktor dan profesor.

Bila kita telah sepakat dengan hal-hal tersebut diatas, maka kita pun harus berpikir secara lebih luas lagi, bahwa hal-hal tersebut diatas juga berlaku untuk seluruh alam semesta (tidak hanya pada kehidupan di bumi saja), yaitu :

a. Bahwa alam semesta berikut bumi didalamnya tidak mungkin ada bila tidak ada yang membuatnya. 10)

b. Bahwa bumi berputar pada porosnya dan berjalan mengelilingi matahri sesuai garis edarnya, tidak lah mungkin berjalan sendirian dan sesukanya (bebas) *) karena bila dapat berjalan sendirian maka dapat dibayangkan bumi, planet, bulan, matahari dan bintang akan dapat dengan mudah bertabrakan. hal Ini tidaklah terjadi karena ada yang mengatur dan menjalankannya.11)

*) Inilah arti bahwa tidaklah mungkin sesuatu yang terjadi didunia atau sesuatu hal dapat bebas berbuat, termasuk manusia sebagai bagian dari alam semesta, tidak dapat melakukan sesuatu dengan bebasnya, pasti akan timbul kekacauan seperti halnya alam semesta.

Bila hal tersebut sudah dipahami dengan baik maka kita pasti akan sepakat bahwa di alam semesta ini termasuk bumi sebagai bagiannya, pasti “Ada sesuatu kekuatan Yang Maha Pencipta, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Mengatur sehingga alam semesta ini berjalan sesuai yang kita rasakan dan alami sekarang. Begitu pula halnya dengan kita sebagai suatu mahkluk hidup, pasti ada yang membuatnya sebagai mahkluk hidup. Siapa lagi kalau bukan Tuhan yang menciptakan alam semesta beserta isinya ini.12) Inilah suatu logika yang tidak terbantahkan oleh akal pikiran siapapun.

Tetapi sayang apa-apa yang umumnya manusia telah tahu dan sepakat atas pemikiran tersebut diatas, masih ada sebagian manusia tidak mau/ tidak bisa mengembangkan pemikirannya tersebut ketingkat yang lebih tinggi (karena tidak percaya adanya Tuhan) 13). Mereka hanya dapat berpikir dalam tingkat dunia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat dikatakan manusia-manusia tersebut kalau dalam peribahasa dikatakan seperti “Katak dalam tempurung”. Mereka cupet dan kerdil sekali karena berpikir hanya sebatas pada kehidupan di alam dunia saja. Mereka mengaku pintar karena dapat membuat peralatan canggih dan kaya raya tapi sesungguhnya pemikiran mereka hanya sebatas dibawah atsmofer bumi. Pemikiran mereka tidak dapat menembus keluar atsmosfer bumi malahan hanya sebatas wilayah yang didiami oleh mereka. Coba mereka membayangkan melihat bumi berputar pada porosnya dan bergerak mengelilingi matahari dimana pada suatu saat berhenti, apa yang akan terjadi? Apa yang akan terjadi pada bumi dan isinya? Pasti akan hancur dan bertebaran 14) segala isinya seperti halnya sebuah mobil yang sedang berjalan di rem mendadak, pasti semua penumpang dan isi dalam mobil akan berhamburan. Bayangkan!!! Itulah Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pencipta dan Yang Maha Pengatur segala sesuatunya di alam semesta ini berjalan teratur sampai batas waktu yang ditentukan. Inilah pemahaman dan penalaran secara logika yang tidak terbantahkan akan adanya Tuhan 15). Hanya Tuhanlah Yang Maha Mengetahui sampai kapan bumi beredar dan berputar. Bila hal ini terjadi maka dapat dikatakan Kiamat telah datang. Tidakkah kita takut?

Tentunya, ada sebagian orang akan bertanya “Masa sih ada kiamat?” kok selama ini alam semesta berjalan seperti biasanya? Apa buktinya? Bila ada kiamat tentunya dapat dikatakan bahwa alam semesta dan dunia ini sifatnya hanya sementara. Ya, memang hanya sementara. Sebelum melangkah ke alam semesta yang begitu luasnya, kita dapat melakukan panalaran dan perenungan, dengan membandingkan apa yang terjadi pada kehidupan didunia ini. Kita semua sudah tahu dan sepakat bahwa sesuatu barang yang ada didunia ini tidak ada yang awet, tidak ada yang abadi umur barang tersebut. Pasti barang tersebut akan rusak atau hancur baik dalam waktu singkat atau dalam waktu yang relatif panjang. Sebuah Mobil akan keropos dan akan aus mesinnya pada suatu saat. Akan lebih cepat bila mobil tersebut terus digunakan. Sebuah rumah suatu saat pasti akan kropos kayunya, akan berkarat besinya. Kita sebagai manusia hanya dapat merawat dan memelihara sesuatu benda sehingga dapat bertahan lebih lama jangka waktunya, tetapi tidak dapat dijadikannya kekal atau abadi.

Dengan demikian, maka akan sama pula dengan apa yang ada di alam semesta ini, yang merupakan satu kesatuan dimana bumi adalah salah satu penghuni dari alam semesta yang begitu luas. apa yang terjadi pada bumi, pasti juga akan terjadi dengan planet, bintang lain yang ada dialam semesta ini. Dimana suatu saat pasti akan hancur dan habis masanya 16) karena akan digantikan dengan alam akhirat yang abadi. Apalagi alam semesta ini sudah berumur panjang dan selalu bergerak dari waktu ke waktu 17). Alam semesta ini masih berjalan seperti biasanya karena ada yang Maha Pemelihara sehingga berumur panjang dan lama. Itulah salah satu sifat Tuhan Yang Maha Memelihara. 18) Inilah salah satu bukti pasti akan ada kiamat. Pasti akan ada kehancuran dibumi dan alam semesta yang hanya Tuhan lah yang tahu.19)

Alam semesta yang begitu luas dan tidak terbayangkan ukurannya oleh manusia (dengan alat-alat super canggih dan termodern, baru terukur sebagian kecil) untuk menjelajahinya tidaklah mungkin diciptakan / dibuat oleh sesuatu yang lebih kecil dari alam semesta tersebut. Pastilah penciptanya sangat besar. Sebagai perbandingan dan ilustrasi, seorang manusia tidak mungkin membuat dengan tangannya sendiri sesuatu yang lebih besar darinya, sesuatu yang tidak biasa dikuasai dan dikendalikannya, serta dapat mudah untuk dipelihara. Pasti buatannya lebih kecil dari manusia itu sendiri. Demikian pula dengan yang menciptakan alam semesta ini, pasti lebih besar dari ciptaannya. Bayangkan (lihat buku, film atau literature tentang antariksa) alam semesta yang sedemikian luasnya ini, bagaimanakah dengan yang menciptakannya?. Inilah salah satu sifat dari Tuhan Yang Maha Besar.

Mudah-mudahan dengan penalaran dan pemahaman yang singkat ini, kita sepakat bahwa memang Tuhan itu ada. Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Tahu, Maha Pemelihara dan Maha Pengatur.

Suatu akibat pastilah ada sebab, alam semesta beserta isinya tidak terbentuk karena pergerakan atau perbuatan zat / benda dimana sebenarnya zat / benda tersebut hanya sebagai akibat diciptakannya alam semesta oleh Yang Maha Besar dan Maha Kuasa.

Bab III

BAB III

Pemahaman Tentang Alam Akhirat

Setelah kita percaya dan meyakini akan adanya Tuhan, alam dunia yang begitu singkat, tentunya kitapun bertanya akan alam akhirat? Untuk apa diciptakan alam akhirat dan bagaimana serta apa itu alam akhirat. 20)

Alam Akhirat adalah alam pasca kematian dunia yaitu alam yang Tuhan ciptakan untuk persinggahan terakhir umat manusia, disitulah alam yang abadi bagi manusia. Alam dimana manusia dapat bertemu dan dapat berjumpa dengan yang menciptakan manusia dan alam semesta. Alam yang memungkinkan seluruh manusia untuk berbicara dan bahkan bertemu langsung dengan Tuhan bila dikehendaki-Nya. Alam ini abadi dikarenakan kita berada bersama Tuhan Yang Abadi, yang tidak pernah mengalami kematian, Tuhan yang memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk.21)

Di alam akhirat ini, Tuhan membuat dua tempat bagi para manusia makhluk ciptaannya, yaitu Surga dan Neraka. Dimana Surga diperuntukan bagi manusia yang dapat berjalan dengan selamat (baik dan benar) di alam dunia serta mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, 22) sedangkan neraka adalah tempat manusia yang tidak pernah mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta berjalan diatas bumi ini dengan tidak baik dan tidak benar, dimana mereka juga selalu melakukan kerusakan di alam dunia dalam hal material maupun spiritual.23) Didalam surga terdapat kenikmatan-kenikmatan bagi manusia yang tidak pernah dibayangkan selama di alam dunia 24), sedangkan di neraka ada balasan-balasan bagi manusia dengan pelbagai siksaan yang pedih dan tidak pernah dirasakan atau dibayangkan oleh umat manusia 25). Manusia yang menempati surga tidak akan pernah lagi mengalami kesulitan/ kesusahan tapi sebaliknya manusia yang menempati neraka tidak akan dapat mengalami kemudahan / kenikmatan lagi, karena yang diterima hanya siksaan dan pembalasan atas perbuatannya selama menjalani kehidupan di dunia.

Semua itu berlaku abadi baik yang menempati surga maupun neraka. Dimana manusia tidak akan pernah mengalami kematian seperti halnya di alam dunia ini. Dari sini terlihat dan terbayangkan bagaimana pendeknya umur manusia 26) di alam dunia dibandingkan nanti diakhirat yang selamanya. tidak ada pembanding dan ukuran yang tepat. Kalau dikatakan 1 banding Trilyunpun juga tidak ada artinya. Dengan demikian alangkah ruginya bagi manusia bila tidak memikirkan hal ini, karena hanya urusan dunia yang terpikir bukan urusan akhirat. Manusia tersebut tidak berusaha memperbaiki diri selama menjalani hidup, tidak pernah mencari kebenaran. Mereka hanya dipenuhi hawa nafsu dan egois dengan mempertahankan pandangan pribadi agar tidak merasa dikalahkan atau dipermalukan oleh sebagian manusia yang mengabarkan kebenaran yang berdasarkan hukum dan aturan Tuhan. Padahal manusia itu di dunia hanya sebentar dan sangat-sangat sementara. Tujuan manusia hidup bukanlah dunia tapi akhirat. 27)

Alam akhirat dengan isinya adalah merupakan alam yang menyediakan balasan-balasan kepada manusia atas kelakuannya selama menjalani kehidupan didunia. Bila tidak ada alam akhirat, maka akan sangat tidak adillah bagi sebagian manusia sewaktu menjalani kehidupan yang dizholimi oleh orang lain atau pemerintah (negara sendiri / negara lain). Yaitu mereka yang dizholimi dan mengalami /berakibat kepada kematian (tanpa sempat membalas) dan mereka yang menzholimi, tapi selalu bebas dari jeratan hukum dan balasan selama hidup didunia. Begitu pula dengan sebagian orang yang selalu berbuat kebaikan didunia dengan ikhlas tanpa meminta imbalan dari manusia dan orang-orang yang kekurangan dalam menjalani kehidupan tetapi sabar dalam mengalami cobaan, maka pasti akan mendapat balasan yang baik dari Tuhan atas perbuatan dan kesabarannyanya tersebut. Inilah salah satu penalaran secara logika akan adanya alam akhirat. Sehingga dapat dikatakan, alam akhirat adalah alam keadilan karena semua perbuatan baik atau buruk sekecil apapun 28) akan mendapatkan balasan. Karena ada Tuhan Yang Maha Adil, itulah salah satu sifat Tuhan yang lain.

Bila tidak ada alam akhirat, sangatlah tidak adil bagi manusia yang satu dengan yang lainnya, karena sebagian berbuat jahat dan sebagian berbuat baik. Seperti apa yang kita lakukan selama menjalani hidup didunia ini, apapun yang kita kerjakan pasti akan mendapatkan imbalan atau hasil. Bekerja mendapatkan gaji, melakukan olahraga menjadi sehat, berbuat bohong tidak akan dapat dipercaya lagi dst.nya. Itulah gambaran mengapa alam akhirat harus ada.

Bila selama kita melakukan perjalanan kehidupan dialam dunia ini dengan baik dan benar, tahan terhadap godaan dan hambatan, sabar mendapatkan kesulitan / kesusahan, tentunya kita akan selamat dan mendapatkan penghargaan dari Tuhan yang telah menciptakan manusia, yaitu surga-Nya 29) di alam akhirat.

Manusia terlebih dahulu diciptakan di alam akhirat, setelah itu Tuhan ingin agar para manusia tersebut menempati surga-Nya yang ada di alam akhirat tetapi dengan syarat harus melalui perjalanan di alam kehidupan dunia dahulu yang hanya sebentar dengan ganjaran surga yang selamanya. Itulah sifat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kenapa dikatakan demikian? Karena tidak ada yang namanya balasan seperti balasan dari Tuhan. Didunia kita bekerja sehari digaji sehari, bekerja sebulan dikasih gaji sebulan dst.nya. Tidak ada yang bekerja sehari atau sebulan digaji setahun, atau puluhan tahun. Tapi Tuhan memberikan balasan kepada manusia yang selalu beribadah taat dan mau menjalankan perintah / larangannya dengan surga yang selamanya. Hal tersebut dapat terjadi karena beribadah dan serta menjalankan perintah dan larangannya dapat dikatakan sebagai bekerja kepada Tuhan 30), yang gajinya dapat langsung dibayar didunia maupun dibayar nanti setelah manusia kembali ke alam akhirat melalui pintu kematian.

Jadi intinya adalah manusia dari akhirat kembali keakhirat karena akhirat adalah rumah manusia yang abadi selamanya. Seperti halnya dialam dunia ini, manusia mau pergi kemanapun, kekantor, sekolah dlsb. pasti akan kembali lagi kerumahnya.

Ingat, pembahasan pada Bab II, bahwa semua yang ada dialam semesta akan musnah dan akan digantikan oleh alam akhirat yang abadi. Ingat pula, bahwa manusia yang mati tidak akan dapat hidup lagi, sehingga timbul pertanyaan, kemana orang tersebut? Tidak mungkin orang tersebut akan hilang. Seperti suatu benda yang ada didunia ini, benda tersebut tidak hilang tapi hanya berubah zatnya, menjadi cair, padat atau udara dan berubah wujudnya secara material. Begitu pula dengan manusia, mereka yang mati tidak akan hilang, mereka hanya berubah wujudnya secara material, sedangkan rohnya menunggu disuatu alam lain yang dinamakan alam penantian 31) untuk menanti hari kiamat datang dalam rangka mempertanggungjawabkan perbuatannya selama hidup setelah alam semesta ini kiamat. Inilah logika tak terbantahkan lagi tentang alam akhirat. Alam akhirat tidak akan ada kalau manusia tidak pernah mengalami kematian, yaitu manusia yang mati akan hidup lagi dalam hitungan hari, bulan, tahun maupun abad.

Mudah-mudahan kita mengerti semua ini akan alam akhirat walaupun hanya diterangkan secara singkat dan hanya kulit luarnya saja dan kita kembali sepakat mengenai sifat Tuhan yang lain, yaitu bahwa Tuhan Yang Maha Adil


Akhirat adalah tujuan hidup manusia, bukan dunia yang hanya sementara sehingga jangan penuhi kehidupan dunia dengan hawa nafsu sehingga tujuan ke akhirat tidak tercapai dan sesal kemudian tidak berguna karena setelah datang kematian kita tidak dapat hidup kembali